Google Find us on Google+ IKHLAS | smbc kuningan

TRAVEL UMROH SMBC 2013

Minggu, 10 Februari 2013

IKHLAS

Yok kawan-kawan aq ada artikel baru nich,,dibaca yak



Makna Ikhlas

Secara bahasa, ikhlas berasal dari kata Khalasha yang berarti bersih
atau murni. Secara istilah, ikhlas yaitu sebuah perbuatan yang dilakukan tanpa disebuah angan–angan atau sesuatu yangdifikirkan, berarti membersihkan hati dari maksud selain mengharapkan ridho Allah.

Ikhlas merupakan salah satu amalan hati, bahkan ikhlas berada di barisan depan dari amal-amalan hati, sebab amal tak bisa diterima sempurna kecuali dengannya, karna setiap amalan tergantung kerja hati dan niat yang mengkaver setiap kinerja tubuh yang dioptimalkan untuk ibadah kepada Allah.

Ikhlas terdiri dari dua macam, yaitu:
1.     Ikhlas dalam amal.
2.     Ikhlas dalam memohon pahala .
Keutamaan Ikhlas
                Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan Ikhlas di dalam kitabNya, dan sangat menekankannya dalam banyak surat al Qur’an khususnya Makkiyah, karena ia berkaitan dengan pemurnian tauhid, pelurusan aqidah, dan melempangkan tujuan.

Tujuan ikhlas
Tujuan  adalah mencari ridha Allah, Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai.

Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:

1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orangyang riya’ memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang.Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad. Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik,membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Diantaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang dihari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.”

3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SEO Design by Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia, converted from Bank Mandiri Bank Terbaik di Indonesia